Terbelenggu dalam Kemalasan

Hari ini saya lagi mau cerita-cerita aja tentang kemalasan saya menulis blog. Sebenernya udah banyak sih ya tulisan saya yang isinya keluhan saya tentang saya yang mulai kesulitan nulis blog, dari mulai kesulitan cari waktu sampai dengan kesulitan mengembangkan ide tulisan.



Berawal dari akhir tahun 2017 di mana saya pertama kali memulai karir sebagai budak korporat dan akhirnya kehilangan waktu untuk menulis blog. Berbulan-bulan gak nulis blog, ternyata menimbulkan rasa rindu untuk saya kembali berbacot-bacot ria di blog yang mulai berdebu ini.  Beberapa kali saya mencoba merangkai kata demi kata yang saya harap bisa jadi satu buah artikel untuk saya unggah di blog. 

Namun ternyata kembali menulis setelah libur terlalu lama bukanlah hal yang mudah. Saya kesulitan untuk mengembangkan ide menjadi sebuah tulisan, duh! Saya mencoba kembali merangkai kata namun rasanaya berat banget! Saya bahkan sempat kesulitan untuk melanjutan satu rangkaian kalimat. Duh masa-masa tersebut menjadi masa terburuk bagi saya yang sering ngaku-ngaku sebagai seorang blogger. 

Ketidakmampuan saya mengembangkan kalimat pada saat itu membuat saya merasa gagal sebagai seorang blogger, yang pada akhirnya saya pelan-pelan melepaskan dunia blogging. Saya mulai fokus berkarya di platform lain seperti, instagram dengan mencoba menuliskan caption-caption panjang pada setiap postingan saya. Ternyata setelah merasa nyaman beberapa waktu membuat tulisan yang cukup panjang pada caption instagram saya, saya kembali mencoba untuk membuat artikel untuk blog saya, namun... duh masih sama aja. Bahkan saya bingung mau nulis apa.

Kegagalan-kegagalan dalam membuat setiap tulisan tersebut yang akhirnya memupuk rasa malas saya untuk kembali menulis di blog. Jadi ada beban berat untuk saya pribadi saat mendengar kata blog. Saya menajdi takut, dan merasa inferior jika bertemu dengan bloggers lain, yang akhirnya membuat saya vakum dari grup dan komunitas blogging. 

Rasa rindu untuk kembali ngeblog selalu ada, namun momok besar yang bersembunyi pada rasa malas inilah yang sering kali menghentikan upaya saya untuk kembali menulis.

Sampai pada akhirnya saya sadar, kalau males terus, kapan bisa berkembangnya? Melihat perkembangan teman-teman sejawat blogger yang sekarang sudah jadi besaaaar banget blognya, akhirnya mulai menggerakkan saya untuk kembali menulis. Ada beberapa tulisan yang saya hasilkan namun yaaaah jadi macem tulisan orang baru belajar ngeblog hehe.

Tapi dari tulisan-tulisan pemula itulah yang akhirnya membawa saya kembali bersemangat untuk menulis. Karena berhasil membuat tulisan yang ala kadarnya itu, saya merasa wah akhirnya bisa bikin tulisan lagi, dan perasaan berhasil membuat tulisan itulah yang akhirnya menjadi dorongan bagi saya untuk terus menulis di blog.

Akhirnya saya menyadari bahwa, perasaan malas ngeblog saya ini dimulai karena saya yang tidak pernah meluangkan waktu untuk menulis, dan akhirnya saya jadi tidak terbiasa untuk menulis. Kalau saya ingin menghilangkan rasa malas ini, saya bisa ngikutin jargonnya si tokoijo #Mulaiajadulu. Iya, dimulai aja dulu. Terlepas tulisannya bagus atau ngga, panjang atau pendek, sesuai EYD atau ngga, ada yg baca atau ngga.. Pokoknya mulai nulis aja dulu!

Sama halnya saat saya tau kalau Gandjel Rel ngadain lomba blog, saya langsung aja mulai ngetik tulisan sesuai temanya: Males Ngeblog. Saya mulai aja bercerita tantangan kemalasan saya saat membuat tulisan di blog. Jujur masih ada keinginan di dalam diri saya untuk menjadi blogger hebat, blogger yang bisa diundang di sana-seni sebagai pembicara. Tapi cita-cita jadi blogger hebat itu gak akan bisa kesampean kalau saya masih terbelenggu dalam kemalasan setiap akan membuat tulisan di blog.

Terima kasih Gandjel Rel sudah memberikan ide untuk saya menulis hari ini 🤍.

Have A Good Day!
Zlindra

4 komentar