Jakarta Humanity Festival 2018




Tahun 2018 super menyenangkan, tapi pun tak luput dari beberapa luka yang datang dari alam yang bergejolak menandakan bahwa ia mulai jengah dengan keegoisan manusia. Gempa di Lebak - Banten Januari 2018 lalu, Longsor di Brebes Februari 2018, Erupsi Gunung Sinabung di April 2018, Gempa di Lombok, Gempa dan Tsunami di Palu, dan pada akhirnya Tsunami di Selat Sunda pun menjadi penutup tahun 2018 yang cukup menyayatkan hati. 

Alhamdulillah nya, seluruh rakyat Indonesia bergotong-royong memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang tengah mengalami luka amarah sang semesta, ada banyak dari kami yang ingin terjun langsung ke lokasi bencana namun terkendala jarak dan waku. Lalu, Tuhan mengirimkan Dompet Dhuafa dan sukarelawan lainnya yang pada akhirnya menjadi perpanjangan tangan kami yang belum diberikan kesempatan untuk datang langsung ke lokasi.

Sampai pada akhirnya Dompet Dhuafa mengajak kami menyelami perjalanan tim Dompet Dhuafa di lokasi bencana saat proses evakuasi melalui event Jakarta Humanity Festival pada 29 Januari 2018 di Loop Station Blok M. Melalui event ini pula, sisi "kemanusiaan" kami dibangkitkan kembali untuk tetap memanusiakan manusia dengan menolong sesama.

Banyak komunitas, lembaga dan sociopreneur lain yang join di acara ini untuk membagikan pengalaman dan semangat mereka saat menjadi perpanjangan tangan kami.


Kami dibawa menyelami proses evakuasi dengan adanya Photo Exhibition saat kejadian bencana serta proses evakuasi. Hati saya teriris, pedih. Melihat korban bencana yang terluka akan kehilangan sanak saudara mereka.

Selain itu, ada 3 acara utama di #jakumfest 2019 ini!

  • Humanitalk : Sesi ini memberikan bekal pengetahuan, insipirasi dan pengalaman tentang isu kemanusiaan
  • Workshop :  Sesi ini memberikan inspirasi kreatifitas mengolah limbah sampah
  • Sound of Humanity : Menikmati musik dan hiburan dengan merefleksikan rasa kepedulian terhadap isu kemanusiaan
Humanitalk!


Kebetulan kemarin saya datang di sesi ke 2 Jakhumfest 2018, jadi saya mengikuti Talkshow : Humanity is Me! yang diisi oleh Bayu Gawtama dari Sekolah Relawan, Arief Rahman dari Dompet Dhuafa dan Andi Angger Sutawijaya dari Komunitas Turun Tangan yang mana mereka bertiga ini sudah memiliki jam terbang yang sangaaaaat tinggi di dalam dunia per-sukarelawan-an. Dan BENAR SAJA! Kami dibawa dengan pengalaman mereka menyelami dunia volunteer. Dan ada banyak nilai yang dapat dipetik dari talkshow kemarin:

"Kita ini bukan super hero, datanglah sebagai manusia, bukan pahlawan."

"Kita ini manusia, bukan malaikat. Kalau capek ya istirahat, jangan dipaksain kerja."

Dan dari dua nilai diatas, akhirnya menjadi pedoman besar dalam hidup saya mulai kemarin.

Terima kasih Dompet Dhuafa telah menyelenggarakan Jakarta Humanity Festival yang akhirnya kembali membangkitkan sisi kemanusiaan kami.

Tidak ada komentar