SGF : Chap 1

By Zlindra - May 08, 2013


Tik tok tik tok….
 Kriiing Kriiing… zachi bangun…. Kriiing kriing... zachi buka mata…. Kriing kriing… zachi telat bangun.
“umh.,,” ia mulai membuka mata dan tangannya mulai meraba- raba mencari jam weker nya yang ia set dengan suaranya sendiri.
Ia berhasil menemukan jamnya “ah ini dia.” Lalu ia menekan tombol off untuk mematikan jam wekernya yang masih saja berbunyi. –klik- .
“hn.. “ ia mulai bangun dari tempat tidurnya , beranjak menuju kamar mandi. Sebelum itu ia sempat melewati kaca besar yang tergantung di tembok kamarnya dan sedikit memperhatikan dirinya..
“hm.. masih tak berubah, rambutku kapan panjang?” tanyanya sambil memegang ujung rambutnya.
Lalu ia turunkan pandangan kebawah sedikit
“ini… sepertinya takakan berkembang” /menghela nafas/
Lalu ia menyentuh-nyentuh wajahnya sendiri
“ini.. kapan berubah menjadi wajah seorang gadis yang cantik jelita?” /menghela nafas panjang/
Lalu ia kembali berjalan menuju kamar mandi sambil bergumam “kapan aku bisa jadi seorang putri yang cantik jelita? Kapan aku bisa merasakan indahnya jatuh cinta seperti yang dirasakan para gadis lain? Kapan?  Aku.. lelah terus menerus menjadi… seperti ini”
Lalu ia menggelengkan kepalanya
“ah sudahlah.. sudah ada jalnnya sendiri” lalu ia masuk kemamar mandi dan mulai membersihkan diri.

                Perlu diketahui bahwa Zachi adalah seorang gadis yang berumur 17 tahun. Sekarang ia sedang menempuh pendidikan akhir di jenjang SMA. Namun ada hal unik yang membedakan dirinya dengan para gadis yang lain. Kalau para gadis pada umumnya memiliki rambut yang panjang terjuntai nan indah, suka bersolek, suka memakai gaun / baju yang manis, dan memiliki wajah cantik layaknya seorang perempuan… Zachi tidak seperti itu. Ia terlahir dengan wajah yang cukup tampan, suka memakai pakaian pria , rambutnya sulit untuk tumbuh panjang (seperti seorang pria) dan… dadanya… cukup… rata. Dikarenakan hal itu.. banyak orang yang menyangkanya adalah seorang pria, bukan wanita. Dan asal kalian tau… ia mendapat predikat “Prince Charming” disekolahnya. Banyak murid perempuan yang tergila – gila padanya, meskipun mereka tau bahwa zachi itu adalah seoang wanita. Tak hanya perempuan, banyak murid laki – laki yang terkagum –kangum akan sifat serta prilaku Zachi yang “katanya” seperti seorang “pangeran” itu. Maka dari itu.. orang orang sekitarnya lebih sering memanggilnya dengan nama “Zach” .

ia keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan handuk yang hanya ia lilitkan dari pinggang kebawah! (ia memang seperti itu.. karena ia pikir di bagian “atas” tak perlu ada yang ia tutupi)
lalu ia berjalan menuju lemari baju.kemudian membukanya serta mengambil satu set kemeja – dasi – blazer hitam – serta celana hitam. (ia selalu memakai pakaian pria.. karena kalau di pikir – pikir lagi… saat ia memakai seragam wanita pasti akan dikira seorang….. banci *sweatdrop*)

singkat cerita. Ia sudah mengenakan pakaiaannya itu dan menyambar tas & setangkai mawar merah , (ia sangat suka sekali aroma bunga tsb) lalu ia turun kebawah untuk sarapan.
Sesampainya di bawah, ia langsung melesat menuju ruang makan. Dan menyapa penghuni asrama yang lainnya.
“hi ladies & gentle man, good morning” katanya sambil tersenym tampan(?) lalu ia mengambil posisi duduk disamping jeli.
 “yo jel, pagi.” Katanya sambil mengambil piring serta seporsi nasi goring yang telah tersedia di atas meja
“i-iya , pagi zach” jawab jeli sambil tertunduk malu

Jeli.. cewek imut baik hati penghuni asrama ini, ia anak kesayangan penghuni asrama ini. Dia sering tertunduk malu atau pipinya seketika berubah menjadi sangat merah saat berbicara / bertemu dengan zachi… dia… diam diam menyukai zachi.

“ yo mam pagi *wink*” kata zachi kepada mami
“pagi zach, hari ini mau kemana aja? Bisa anterin mami ga sore ini?” jawab mami
“anterin kemana mih?” jawab zachi sambil mengunyah masi goring
“anterin ke party temen mami, mereka bawa pasangan semua, mami sendirian. Kamu temenin mami ya zach?” Pinta mami

Well, mami adalah penghuni asrama ini juga namun ia juga bertindak sebagai pengurus asrama yang dikelola oleh Om natsu dan Paman Gray ini. Mami nama aslinya Erza, mahasiswi  akuntan yang sebentar lagi akan melenceng menjadi seorang psikolog. Mami itu baik, dan yaa bijak seperti para mami pada umimnya, dia juga bisa jadi temem ngobrol yang asyik .

“hn.. sori mih, aku sibuk. Sama yang lain aja, lipan , ayiq , picil atau cidam (mereka penghuni asrama ini. Pria tentunya). Mungkin mereka bisa.” Kata zachi santai sambil mengunyah nasi goring.
“yaaah zach.. mami mau nya sama kamu aja.” Pinta mami agak merengek
“maaf mih, hari ini.. cukup sibuk, ahya, udah dulu yamih aku berangkat. Salam aja buat anak anak yang lain” kata zachi sambil beranjak meninggalkan meja makan.
“hhhfft. Oke lah. Hati hati zach” kata mami sambil melambaikan tangan kearah zachi
“ yomih, yo jel aku berangkat.” Kata zachi sambil melambaikan tangan kearah mereka berdua.

Singkat cerita. Ia sudah sampai dipintu gerbang sekolah, mulai menelusuri jalan menuju ruang kelasnya. Di sepanjang jalan ia menjadi pusat perhatian satu sekolah, terutama para wanita. Jujur saja ia tak suka diperhatikan seperti itu.. tapi mau bagaimana lagi. Ini taqdir. Pikirnya.


Sesampainya di pintu kelas. Ia dihadang oleh 2 cewek. Teman sekelasnya.
“hei zach, duduk dimana hari ini?” cewek 1
“duduk sama aku yuk zach” cewek 2
Zachi tersenyum manis. Ke dua cewek itu blushing.
“maaf nona – nona aku hari ini ingin duduk sendiri saja.” Jawabnya lembut
“yaah. Duduk sama aku aja” kata kedua cewek itu bersamaan.
“maaf nona.” Kata zachi sambil berlalu
Lalu ia berjalan menuju kursi paling belakang di sudut kelas. Kemudian menaruh tasnya diatas meja. Lalu ia berjalan kearah lockernya yang kebetulan berada tepat di belakang kursi yang akan ia tempati. Lalu ia membuka lokernya dan……. *pundung*
“ini…… *sweatdrop*” ada tumpukan kotak coklat serta surat surat beramplop pink ini bukan hal baru baginya… tapi tetap saja ia merasa agak risih dengan hal ini. Sejujurnya ia ingin langsung mengosongkan lokernya dan membuang benda benda absurd tersebut ke tong sampah, namun ia tahu diri. Dia tak ingin menyakiti hati orang orang yang telah memberikan ini semua kepada dirinya.
/menghela nafas/ “baiklah ..” ia mengambil tas nya dan memasukkan semua benda benda tersebut kedalamnya.

Ting tong ting tong. Bel masuk pun berbunyi. Semua murid, termasuk zachi, duduk menempati tempatnya masing masing. Menunggu guru yang datang. Tak lama kemudian guru Bahasa pun datang, tapi ia tak sendiri. Ia datang bersama seseorang (yang sepertinya) akan menjadi murid baru dikelasnya. Seseorang itu berperawakan tinggi, lebih tinggi dari zachi sepertinya, wajahnya pun tak kalah menarik dari zachi. Dia… tampan asli.. pria tampan asli maksutnya khekhekhe. Perawakannya juga rapih, sepertinya orangnya cool. Ngga selenge-an. Dan… ia berkacamata! Dan zachi…. Suka cowok berkacamata.. (fufufu)

“selamat pagi semuanya”
“pagi paaak.”
“seperti yang kalian lihat, bapak pagi ini membawa teman baru untuk kalian. Namanya Reihan. Nah reihan, perkenalkan dirimu” kata pak guru sambil mempersilahkan reihan untuk memperkenalkan diri
“ok pak. Selamat pagi semuanya. Perkenalkan saya reihan, pindahan dari bandung. Salam kenal.”
“nah reihan, sekarang kamu silahkan duduk di pojok sana, disamping zachi” kata pak guru sambil menunjuk satu satunya kursi yang masih kosong.. ya itu di samping zachi.
“baik pak”

Sontak zachi kaget, bercampur senang bercampur deg-deg-an. Tanpa ada yang menyadari.. pipi zachi pun sedikit berubah menjadi lebih merah.
Dan.. reihan pun berjalan menuju meja zachi
Zachi semakin deg-degan. Pipinya kembali memerah
Sampai akhirnya.. reihan sampai dan duduk disamping zachi.
Menengok kearah zachi. Dan…..
“hei, kenalin gue reihan. Lo pasti zachi?” kata reihan memperkenalkan diri sambil menjulurkan tangannya serta memasang tampang ala dewa yunani.
Sontak zachi… memerak kembali. Tapi dengan cepat ia memperbaiki kondisi wajahnya.
“oh, iya ge tau kok llo siapa. Iya gue zachi, panggil aja zach.” Kata zachi ketus. Dan denggan malu malu yang ditutupi dengan sebongkah ke jutekan, zachi menyalami reihan.
Dalam hati zachi… duh bego banget gue! Kenapa mesti ketus cobaa! Hei mulut! Lembut dikit keeek. !
dan reihan pun menjadi agak kagok.
“oh, iya.zach. salam kenal. Ohiya btw di sini ada ekskul basket kan? Emangnya bener ya basket cowok di sekolah ini ketua timnya cewek? Yang bener aja? Masa cowok di pimpin cewek sih? Yang bener aja, gue sih ogah. Bakal gue kalahin tuh cewek kalo gue tanding basket sama dia”
Seketika zachi naik darah….
“oh itu, iya di sekolah ini tim basket cowoknya yg mimpin cewek. Ga sembarang cewek sih gue liat liat. Dia ga kalah kuat ko sama cowok yang lain. Yaa.. buktinya lo liat aja piala piala basket yang udah nangkring di ruang kepala sekolah.” Kata zachi berapi api.
“eh, kok lo semangat banget? Cewek inceran lo ya?” kata reihan dengan polosnya -_-
“cewek inceran? Haha.  Bukan lah. Gue kenal aja sama itu cewek.” Kata zachi

“ekhm,  kalian bisa kenalannya nanti aja? Bapakmau mengajar” tegur pak guru.
“eh iya pak” sahut zachi dan reihan bersamaan.

Tak terasa, 2 jam pelajaran pun sudah terlewat, pelajaran bahasa telah selesai. Dan sekarang pelajaran olahraga. Semua murid mengganti baju mereka. Dan bergegas ke lapangan indoor. Mereka akan latihan basket.

“yak anak anak. Sekarang kita tanding basket yang putri di bagi2 kelompok ya. Yang putra juga. Yg putri tanding di lapangan sebelah sana dan yang putra tanding disini.” Kata pak guru sambil memilah milah kelompok.
“ahiiya kamu zachi, mau masuk tim putri atau putra?” Tanya pak guru
“putra aja pak” jawab zachi enteng.
Dan seketika beberapa putra mengelilingi zachi
“kapten tim gue yuk” .yg satu lagi “tim gue aja kapteeen. pliis”
Lalu zachi menjawab dengan enteng.
“gue mau masuk tim mana aja, asal… gue gak satu tim sama cowok itu” jawab zachi sambil melirik kea rah reihan
Reihan tersontak kaget

“ja-jadi elo si kapten cewek itu? Jadi lo cewek?. Jadi… tadi gue….ngomongin…aaaah sh*t” geram reihan sambil menepok jidatnya sendiri
“iya gue cewek. Kenapa gak nyangka ya? Haha selow udah biasa. so, gimana rei, jadi mau nantang si kapten cewek itu? Yuk sekarang.” Kata zachi sambil memainkan bola basket yang ada di tangannya. Dan melmparnya kearah reihan. Pertanda zachi menantang reihan berduel.
Dengan sigap reihan menangkap bola basket itu. “oke, siapa takut”
Dan.. pertandingan pun di mulai.,
 -singkat cerita-
skor akhhir zachi lebih tinggi dari reihan.
 “Gimana boss, masih ngeremehin si kapten itu? “ kata zachi sambil tersenyum sinis
“sayang aja lo cewek, kalo cowok! Abis lo!” jawab reihan emosi
“cewek ya..? gue hamper lupa malah kalo gue cewek! Udah yuk ah balik” kata zachi sambil pergi berlalu. Menahan emosi.

Saat ganti baju di kamar ganti “cewek” tentunya….
“zach gila lo keren abis!”
“iya lo keren banget berani nantang cowok kayak gitu”
Zachi hanya tersenyum. Dalam hati ia dongkol setengah mati sama itu cowok.
Lalu iamengganti bajunya dengan seragamnya yang”biasa”

Jam istirahat
Zachi kekantin sendirian. Memesan semagkuk bakso tanpa mecin tanpa sambbal.
Lalu duduk di sudut kantin. Lalu reihan menghampiri. Nafsu makan zachi hilang.
“ngapain lo?” Tanya zachi ketus
“gpp, mau makan disini aja. Meja lain penuh.” Jawab reihan cuek
Zachi melihat kearah reihan sedikit lalu melemparkan pandangannya kemeja lain, mencari celah kosong yang bisa ia tempati. Dan ia melihat Belang. Salah satu teman penghuni asrama yg sama dengannya. Cewek sinis yanghobinya ngetawain temen temennya.
Lalu zachi beranjak dari meja itu , ingin menuju meja belang. Namun reihan menahannya.
“eh lo mau kemana? Jutek amat” Tanya reihan
“bukan urusan lo!” jawab zachi ketus sambil pergi menuju meja belang
“tch, sial” maki reihan

Zachi berjalan ke meja belang, sesampainya disana.
“hei , lang boleh gabung?”
“ohiya boleh zach. Kenapa emangnya? Kok pindah?”
“iya gpp, bosen aja makan sendirian”
“sendirian? Biasanya lu juga di kerubungin cewek cewek.”
“cewek kalo di kerubungin cewek… kesannya gue lagi di labrak gitu ya? Hahaha.”
“errh. Buka itu maksud gue zach. Ah udah lah yuk sini duduk” kata belang sambil mempersilahkan zachi duduk
 -singkat cerita-
Istirahat pun selesai, semua murid mulai kembali ke kelasnya masing masing.
“yo lang thanks ya.”
“sip zach, sama sama.”
 Lalu mereka berpisah. Kembali kekelasnya masing masing.

Setelah sampai di kelas, zachi berjalan menuju ke kursinya, dan sudah ada reihan disebelah kursinya. Zachi duduk dan langsung membuka buku pelajaran matematika.
Reihan diam diam melihat kearah zachi tanpa zachi sadari. Dan di dalam hati reihan sumpah gue ganyangka ada cewek kayak gini. Entah kena syndrome apa ni cewek. Ga ada mirip “cewek”nya -_-
Zachi masih saja membaca bukunya.
Reihan masih menatap zachi sejenak lalu mengalihkan pandangannya.

 mau tau lanjutannya? tunggu chapter 2 ! khekhekhe

  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. Ini bikinan kamu ya? wah bu haji pintar membuat cerpen haha Good Job :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya dit aku yg bikin. ngga ko biasa sajaaa banyak yg lebih pinter lagi =.=

      Delete