May 17, 2013

HOTEL CITY

I'm having a lot of fun in『Hotel Story』. Play with me! My ID:Ph61UzUrhL @HappyHappyLabs http://play.google.com/store/apps/details?id=com.happylabs.hotelstory

May 14, 2013

SGF : chap 2


Setelah seharian belajar. Bel pulang pun berbunyi. Murid kelas zachi pun mulai memberesakan alat tulisnya. Begitu pula zachi, ia mulai merapihkan peralatan sekolahnya dan memasukkannya kedalam tas. Lalu beranjak meninggalkan  kelas.  Ia langsung bergegas menuruni tangga dan langsung pergi ke gudang belakang sekolah, yang sunyi dan membuat dirinya tentram. Sejauh ini belum ada yang tau kalau gudang sekolah yang jarang dikunjungi siapapun telah menjadi tempat zachi untuk menjernihkan pikiran selama kurang lebih 3 tahun terakhir ini.

Zachi bersandar ditembok gudang, menikmati semilir angin yang berhembus tenang.lalu ia merogoh saku blazernya dan mengeluarkan setangkai mawar merah yang sudah ia bawa sejak pagi tadi. Ia mengangkat mawar itu keatas dan membiarkan hembusan angin menerpa mawar tersebut sehingga menebarkan keharuman yang menenangkan jiwa.

5 menit,
 10 menit…. 
Ia masih menikmati keharuman mawar tersebut dengan mata terpejam. Pikirannya terbang melayang – laying. Menembus cakrawala dan akhirnya terhenti di depan pintu masa lalu. Saat ingin menmbus pintu tersebut, zachi segera membuka mata. Kembali tersadar. Lalu ia menghela nafas yang cukup panjang, seakan adabeban berat yang ia pikul. Setelah itu ia memasukan kembali mawar itu kesakunya dan pergi beranjak dari tempat itu kearah gedung olahraga.
***
Sementara itu di asrama… mami mulai sibuk mencari sesorang yang bisa ia jadikan partner untuk menemaninya pergi ke party temannya.
“duh si zachi mana sih?” Tanya mami panic.
Lalu ada suara dari arah pintu masuk asrama “taa-daa-ii-maaa”
“zach akhirnyaaa pulaaa….ng,”sambut mami sambil menengok ke sumber suara
“ eeeh, ternyata kamu dam. Okaeri cidam… Zachi mana?” Tanya mami sambil celingak celinguk(?)
“arigatou mih, kurang tau deh mih, tadi dijalan sih ga ketemu.” Jawab cidam.

Cidam. Dia penghuni asrama ini juga. Keras kepala, susah diatur . Cuma takut sama si mamih doang. Ckck *geleng-geleng* dia sekarang kelas 11, sama dengan belang. Namun beda sekolah. Ia dikenal sebagai pentolan di sekolahnya…. Brutal /heh

“yaah dam, duh gimana nih, setengah jam lagi harus berangkat, ga ada temen, mana zachi belum pulang. Duh kamu mau ga temenin mami?” pinta mami dikala kegalauannya.
“ga, ah mih, males.” Jawab cidam cuek sambil berjalan menuju tangga.
“eeh, kamu harus mau pokoknya!” paksa mami
“ga ah mih males, dari sore ini sampe nanti malem cidam mau belajar mih.” Jawab cidam asal
/mami hamper tertawa/ “sejak kapan kamu mendadak rajin gitu dam? Biasanya juga kamu Cuma nyiapin ‘peralatan’ buat perang besok kan?” kata mami sambil tersenyum lebar
“ngga kok mih. Cidam emang mau belajar!” jawab cidam kekeh
“emang ada apaan sih dam? Tumben tumbenan kamu belajar?” kata mami sambil berjalan menuju dispenser(mau minum ceritanya)
“ada ulangan mih”
“ulangan apa ?” kata mami sambil mengucurkan(?) air kedalam gelas
/lalu mami minum/
“seni budaya mih” jawab cidam
/seketika mami tersedak/
“uhuk- uhuk.. huk.. duh kamu tuh ya dam../mami menepuk nepuk dada/ kamu tuh ya ulangan senibudaya aja diribetin” kata mami sambil berusaha mengatur nafas
“mih, mamih gpp? Gpp mih sekali kali aku juga pengen dapet nilai bagus di senbud”
“mami gpp, udah lah senbud aja ribet. Pokoknya kamu harus nganterin mamih!/kata mami berkeras/ kalo kamu ga mau temenin mami…. /mami menyeringai sinis/ jatah makan kamu mami potong seminggu” ancam mami :3
“eh mana bisa begitu mih! Kan itu kewajiban mami ngasih makan mau, masa sekarang jatah makan ku di potong? Ga bisa gabisa ga bisa!!” elak cidam
“makanya! Anterin mamih! Nganter=makan, ga nganter= laper. Pilih mana?” Tanya mami sambil terus menyeringai
“errh ga mau!”
“harus mau! Pokoknya 30 menit lagi kamu ga siap…. Jangan harap besok bisa melihat matahari pagi (?) *deathglare* /seketika mami berubah menjadi Gasai Mamih/
/cidam ciut…. Dan akhirnya menuruti perkataan maminya ini/
“eeh i-iya mih” jawab cidam dengan gemetaran.  Dan segera lari terbirit birit menuju kamarnya.
“fufufu, akhirnya beres juga.. sekarang tinggal ganti baju, sebelum malaikat malaikat  rusuh itu pulang (baca: penghuni asrama yg  lain) wkwkwk” gumam mami sambil berjalan menuju kamarnya.
***

Akhirnya zachi sampai didepan gedung olahraga. Masih sepi rupanya, sepertinya ia orang pertama yang sampai disana. Perlahan ia buka pintu gedung olahraga yang ternyata tak dikunci. Ia mulai masuk dan berjalan ketengah tengah lapangan indoor yg ada disitu. Ia berjalan sambil memperhatikan sekitar, Bangku penonton pun masih  kosong dan memang masih sepi, belum terlihat satu orang pun disana. Saat ia sampai ditengah tengah lapangan ia duduk, dan merebahkan tubuhnya diatas lapangan.
 Ia menatap atap gedung olahraga menerawang jauh entah kemana. Lagi lagi kemasa lalu.cepat cepat ia menutup mata dan menggelengkan kepalanya serta menggumam “itu udah lewat, ga bisa diubah lagi.”  Saat itu terdengar pula suara pintu olahraga terbuka. Zachi buru buru bangkit berdiri dan bersikap senormal mungkin, berjalan menuju arah pintu dan melihat siapa yang datang.
Ternyata capung, lipan dan beberapa anggota basket lain mulai datang. Capung dan lipan juga satu asrama dengan zachi.
“yo zach, lu udah dateng aje.” Tanya capung
“yo pung, iya lah, mau latihan kan kita. Harus semangat dong. 2 minggu lagi kita tanding lawan sekolah tetangga kan?” jawab zachi dengan gaya khasnya
“yoeh,” jawab capung
“eh zach, ada anak baru tuh yang mau masuk” kata lipan
/Zachi mengerenyitkan dahi/
“siapa?” Tanya zachi, dia sudah mengira sebenarnya siapa yang akan bergabung dengan timbasket merekaa. Pasti si cowok sok itu.
“anak baru zach, temen kelas lo juga kalo ga salah.” Jawab lipan
“oh, si rei?” jawab zachi acuh
“iya tuh dia”
“suruh langsung ke si Hula aja tuh. Suruh isi formulir pendaftaran anggota baru. Udah yuk ganti baju. bentar lagi mau mulai nih latihannya.” Kata zachi sambil berjalan menuju ruang ganti.

Singkat cerita, mereka semua telah ganti baju dengan baju basket. Mereka kembali lagi ke lapangan indoor daaan… mendapati kursi penonton yang ada di pinggir lapangan tsb sudah hamper penuh di isi oleh kerumunan orang, lebih tepatnya cewek2 dari sekolah mereka, bahkan banyak juga dari sekolah lain. Ini sudah menjadi hal yang lumrah saat ada latihan / pertandingan pasti langsung jadi konsumsi public. Ini karena tim basket sekolah zachi terkenal hebat daaaan anggotanya terkenal kece kece pula. Khekhekhe.
 Di tim utama ada :
zachi sang pangeran(?) sekolah. 
Lipan si raja humor yang lumayan memikat. 
Capung si cowok kece yg gampang nge-blush kalo di godain cewek haha. 
Ada Oji cowok setengah botak yang aura kegantengannya nyebar kemana – mana. 
Ridho cowok asli papua yang item manis macem chris brown (?).
 di bagian cadangan ada beberapa lagi cowok tinggi kece yang bisa membuat hati para cewek cenat cenut. Apalagi sekarang di tambah reihan. Cowok berkacamata tinggi nan menawan yang sempat sejenak berhasil menarik hati zachi. Gimana ngga isinya cewek semua tuh penontonnya.

Zachi mengamati keadaan sekitar. Penuh, ramai.  Lalu matanya menuju kearah hula yang sedang mengurusi pendaftaran reihan. Kemudian dia memalingkan muka melihat kearah lain.  Lalu ia mulai berjalan masuk ke tengah lapangan. mulai untuk latihan.
###
Eyam dan uzza baru saja mendapat berkah yang luar biasa, yaitu ‘selesainya jam sekolah’ dan sekarang mereka sedang berjalan menuju jalan asrama. Tapi… tampaknya mereka tak-akan langsung kembali ke asrama.
“za, katanya si belang ada murid baru loh di sekolahnya dia. Trus nih ya si murid baru itu guaaaaaaanteng abees, trus dia nantang zach main basket, kalah sih dia. Tapi  tetep ajaa za ganteng looh katanya. Cogan za cogan. Lumayan bisa di jadiin gebetan baru.” Kata eyam sambil berjalan disamping uzza
Uzza yang sedari tadi sedang berjalan sambil makan gorengan pun langsung berhenti ketika mendengar kata – kata ‘cogan’ yg keluar dari mulut eyam.
“serius yam cogan? Cogan benerankan? Beneran cowok kan? Cowok tulen kan yam?” Tanya uzza bersemangat
“iya seriuss. Cowok tulen kok katanya belang. Nih kalo ga percaya, tadi dia sms gue.” Kata eyam sambil memperlihatkan sms  dari belang.
/uzza manggut manggut/
“ahiya, hari ini kan zach lagi ada jadwal basket kan? Pasti si cogan itu juga ada disana zaaa ^^)” kata eyam sumringah
“nah yam!! Yuk mareee kita serbu si cogan ituuuu!!!!” kata uzza sambil menunjukkan semangat 45.
Lalu dengan langkah super, mereka berangkat menuju sekolah zachi. Singkat cerita. Uzza dan eyam sudah berada di depan gerbang sekolah zachi
“yem, kita masuk aja nih gpp? Kita kan dari sekolah lain?” Tanya uzza cemas.
“ah, gpp za. Disini kan kalo ada latihan /  pertandingan ekskul olahraga pasti langsung jadi konsumsi umum za. Selow aja.” Jawab eyam santai
“hn..” uzza masih tak yakin “….  Kita kanmasih pake seragam sekolah tapinya yam.” Sambung uzza
“duh zaa, kita udah jauh jauh kesini mau liat cogan… trus sekarang mau dibatalin gegara kita masih pake seragam? Udah zaa lanjut ajaaa. Tuh liat tuh  ada juga kan cewek cewek dari sekolah lain yang mau nontonin latihan basket hari ini, mereka pake seragam sekolah masing masing juga ko” eyam meyakinkan uzza
/uzza menggigit bibir bawahnya/
“udah za, kelamaan ah mikirnya, nanti kita ga kebagian tempat duduk nih ah” kaya eyam sambil menarik tangan uzza masuk kedalam.

- lapangan basket indoor-
“permisi permisi..” kata eyam sambil menembus kerumunan penonton latihan basket sambil tetap menarik tangan uzza.
Dengan perjuangan yang  cukup berat… akhirnya eyam dan uzza sampai di tempat duduk paling strategis. Di paling depan!!
“nah zaa. Akhirnyaa kita bisa duduk tenang juga.” Kata eyam sambil mengeluarkan kipas dari tas nya.
“iya yam. Ahiya btw… cogan mana cogan?” uzza langsung mencari muka asing yg ada di dalam lapangan.

Dilapangan sedang ada latihan untuk pertandingan kejuaraan tingkat kota. Pertandingannya sih minggu depan. Tapi… penontonnya udah dating duluan dari sekarang wkwk.

/uzza mengamati sambil menggumam/
“disitu ada.. hmm tu, wa, ga, pat, ma. Disana ada.. tu wag a pat…” uzza menggumam
“kenapa za?” kata eyam sambil kipas – kipas
“eh yam yam, liat deh. Itu itu.” Uzza menunjuk kepinggir lapangan,. Ada Hula dan satu cowok tinggi sedang bercakap cakap.
“itu apa?” kata eyam sambil mengikuti arah yang uzza tunjuk
“itu loh ituu… itu cowok kan? Ganteng kan? Mukanya gak familiarkan? Itu cogannya? Dia lagi sama Hula. Ngapain tapi ya” Tanya uzza bersemangat
“mana mana ?/eyam celingukan/ ahiya itu.. tunggu tunggu gue Tanya belang dulu” kata eyam sambil mengeluarkan hp nya, berniat menelepon belang.. tiba tiba ada seseorang yang menepuk bahu eyam
“woy. Lu ngapain? Mau nelfon gue? Hahaha”
/eyam sontak kaget, lalu membalikkan badan, melihat siapa yang menepuk bahunya/
“eh lang. bikin kaget aja. Sini duduk samping kita” kata eyam
/belang pun duduk/
“belaaaaaaaang, cogannya mana cogaaan?” Tanya uzza sambil menggorang goyangkan lutut belang
“buseeet, napsu amat mbak sama cogan? Wkwk. Tuh tuh cogannya yang itu tuh. Yang pake baju basketnya beda sendiri yang lagi ngomong sama hula.” kata belang sambil menunjuk kearah reihan
“tuh kan yam, bener apa gue bilang . cogannya bener yang itu!”
“iye za iyee, gue tau lu kalo urusan cogan cepet koneknye.3.”
“haha dasar lo berdua, cogaaan terus pikirannya.” Timpal belang
“yeeee biarin :P” jawab uzza dan eyam berbarengan
Belang hanya bisa gelang geleng kepala melihat kelakuan dua temannya itu.
“eh eh tuh mulai tuh!!” seru belang
###

May 08, 2013

SGF : Chap 1


Tik tok tik tok….
 Kriiing Kriiing… zachi bangun…. Kriiing kriing... zachi buka mata…. Kriing kriing… zachi telat bangun.
“umh.,,” ia mulai membuka mata dan tangannya mulai meraba- raba mencari jam weker nya yang ia set dengan suaranya sendiri.
Ia berhasil menemukan jamnya “ah ini dia.” Lalu ia menekan tombol off untuk mematikan jam wekernya yang masih saja berbunyi. –klik- .
“hn.. “ ia mulai bangun dari tempat tidurnya , beranjak menuju kamar mandi. Sebelum itu ia sempat melewati kaca besar yang tergantung di tembok kamarnya dan sedikit memperhatikan dirinya..
“hm.. masih tak berubah, rambutku kapan panjang?” tanyanya sambil memegang ujung rambutnya.
Lalu ia turunkan pandangan kebawah sedikit
“ini… sepertinya takakan berkembang” /menghela nafas/
Lalu ia menyentuh-nyentuh wajahnya sendiri
“ini.. kapan berubah menjadi wajah seorang gadis yang cantik jelita?” /menghela nafas panjang/
Lalu ia kembali berjalan menuju kamar mandi sambil bergumam “kapan aku bisa jadi seorang putri yang cantik jelita? Kapan aku bisa merasakan indahnya jatuh cinta seperti yang dirasakan para gadis lain? Kapan?  Aku.. lelah terus menerus menjadi… seperti ini”
Lalu ia menggelengkan kepalanya
“ah sudahlah.. sudah ada jalnnya sendiri” lalu ia masuk kemamar mandi dan mulai membersihkan diri.

                Perlu diketahui bahwa Zachi adalah seorang gadis yang berumur 17 tahun. Sekarang ia sedang menempuh pendidikan akhir di jenjang SMA. Namun ada hal unik yang membedakan dirinya dengan para gadis yang lain. Kalau para gadis pada umumnya memiliki rambut yang panjang terjuntai nan indah, suka bersolek, suka memakai gaun / baju yang manis, dan memiliki wajah cantik layaknya seorang perempuan… Zachi tidak seperti itu. Ia terlahir dengan wajah yang cukup tampan, suka memakai pakaian pria , rambutnya sulit untuk tumbuh panjang (seperti seorang pria) dan… dadanya… cukup… rata. Dikarenakan hal itu.. banyak orang yang menyangkanya adalah seorang pria, bukan wanita. Dan asal kalian tau… ia mendapat predikat “Prince Charming” disekolahnya. Banyak murid perempuan yang tergila – gila padanya, meskipun mereka tau bahwa zachi itu adalah seoang wanita. Tak hanya perempuan, banyak murid laki – laki yang terkagum –kangum akan sifat serta prilaku Zachi yang “katanya” seperti seorang “pangeran” itu. Maka dari itu.. orang orang sekitarnya lebih sering memanggilnya dengan nama “Zach” .

ia keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan handuk yang hanya ia lilitkan dari pinggang kebawah! (ia memang seperti itu.. karena ia pikir di bagian “atas” tak perlu ada yang ia tutupi)
lalu ia berjalan menuju lemari baju.kemudian membukanya serta mengambil satu set kemeja – dasi – blazer hitam – serta celana hitam. (ia selalu memakai pakaian pria.. karena kalau di pikir – pikir lagi… saat ia memakai seragam wanita pasti akan dikira seorang….. banci *sweatdrop*)

singkat cerita. Ia sudah mengenakan pakaiaannya itu dan menyambar tas & setangkai mawar merah , (ia sangat suka sekali aroma bunga tsb) lalu ia turun kebawah untuk sarapan.
Sesampainya di bawah, ia langsung melesat menuju ruang makan. Dan menyapa penghuni asrama yang lainnya.
“hi ladies & gentle man, good morning” katanya sambil tersenym tampan(?) lalu ia mengambil posisi duduk disamping jeli.
 “yo jel, pagi.” Katanya sambil mengambil piring serta seporsi nasi goring yang telah tersedia di atas meja
“i-iya , pagi zach” jawab jeli sambil tertunduk malu

Jeli.. cewek imut baik hati penghuni asrama ini, ia anak kesayangan penghuni asrama ini. Dia sering tertunduk malu atau pipinya seketika berubah menjadi sangat merah saat berbicara / bertemu dengan zachi… dia… diam diam menyukai zachi.

“ yo mam pagi *wink*” kata zachi kepada mami
“pagi zach, hari ini mau kemana aja? Bisa anterin mami ga sore ini?” jawab mami
“anterin kemana mih?” jawab zachi sambil mengunyah masi goring
“anterin ke party temen mami, mereka bawa pasangan semua, mami sendirian. Kamu temenin mami ya zach?” Pinta mami

Well, mami adalah penghuni asrama ini juga namun ia juga bertindak sebagai pengurus asrama yang dikelola oleh Om natsu dan Paman Gray ini. Mami nama aslinya Erza, mahasiswi  akuntan yang sebentar lagi akan melenceng menjadi seorang psikolog. Mami itu baik, dan yaa bijak seperti para mami pada umimnya, dia juga bisa jadi temem ngobrol yang asyik .

“hn.. sori mih, aku sibuk. Sama yang lain aja, lipan , ayiq , picil atau cidam (mereka penghuni asrama ini. Pria tentunya). Mungkin mereka bisa.” Kata zachi santai sambil mengunyah nasi goring.
“yaaah zach.. mami mau nya sama kamu aja.” Pinta mami agak merengek
“maaf mih, hari ini.. cukup sibuk, ahya, udah dulu yamih aku berangkat. Salam aja buat anak anak yang lain” kata zachi sambil beranjak meninggalkan meja makan.
“hhhfft. Oke lah. Hati hati zach” kata mami sambil melambaikan tangan kearah zachi
“ yomih, yo jel aku berangkat.” Kata zachi sambil melambaikan tangan kearah mereka berdua.

Singkat cerita. Ia sudah sampai dipintu gerbang sekolah, mulai menelusuri jalan menuju ruang kelasnya. Di sepanjang jalan ia menjadi pusat perhatian satu sekolah, terutama para wanita. Jujur saja ia tak suka diperhatikan seperti itu.. tapi mau bagaimana lagi. Ini taqdir. Pikirnya.


Sesampainya di pintu kelas. Ia dihadang oleh 2 cewek. Teman sekelasnya.
“hei zach, duduk dimana hari ini?” cewek 1
“duduk sama aku yuk zach” cewek 2
Zachi tersenyum manis. Ke dua cewek itu blushing.
“maaf nona – nona aku hari ini ingin duduk sendiri saja.” Jawabnya lembut
“yaah. Duduk sama aku aja” kata kedua cewek itu bersamaan.
“maaf nona.” Kata zachi sambil berlalu
Lalu ia berjalan menuju kursi paling belakang di sudut kelas. Kemudian menaruh tasnya diatas meja. Lalu ia berjalan kearah lockernya yang kebetulan berada tepat di belakang kursi yang akan ia tempati. Lalu ia membuka lokernya dan……. *pundung*
“ini…… *sweatdrop*” ada tumpukan kotak coklat serta surat surat beramplop pink ini bukan hal baru baginya… tapi tetap saja ia merasa agak risih dengan hal ini. Sejujurnya ia ingin langsung mengosongkan lokernya dan membuang benda benda absurd tersebut ke tong sampah, namun ia tahu diri. Dia tak ingin menyakiti hati orang orang yang telah memberikan ini semua kepada dirinya.
/menghela nafas/ “baiklah ..” ia mengambil tas nya dan memasukkan semua benda benda tersebut kedalamnya.

Ting tong ting tong. Bel masuk pun berbunyi. Semua murid, termasuk zachi, duduk menempati tempatnya masing masing. Menunggu guru yang datang. Tak lama kemudian guru Bahasa pun datang, tapi ia tak sendiri. Ia datang bersama seseorang (yang sepertinya) akan menjadi murid baru dikelasnya. Seseorang itu berperawakan tinggi, lebih tinggi dari zachi sepertinya, wajahnya pun tak kalah menarik dari zachi. Dia… tampan asli.. pria tampan asli maksutnya khekhekhe. Perawakannya juga rapih, sepertinya orangnya cool. Ngga selenge-an. Dan… ia berkacamata! Dan zachi…. Suka cowok berkacamata.. (fufufu)

“selamat pagi semuanya”
“pagi paaak.”
“seperti yang kalian lihat, bapak pagi ini membawa teman baru untuk kalian. Namanya Reihan. Nah reihan, perkenalkan dirimu” kata pak guru sambil mempersilahkan reihan untuk memperkenalkan diri
“ok pak. Selamat pagi semuanya. Perkenalkan saya reihan, pindahan dari bandung. Salam kenal.”
“nah reihan, sekarang kamu silahkan duduk di pojok sana, disamping zachi” kata pak guru sambil menunjuk satu satunya kursi yang masih kosong.. ya itu di samping zachi.
“baik pak”

Sontak zachi kaget, bercampur senang bercampur deg-deg-an. Tanpa ada yang menyadari.. pipi zachi pun sedikit berubah menjadi lebih merah.
Dan.. reihan pun berjalan menuju meja zachi
Zachi semakin deg-degan. Pipinya kembali memerah
Sampai akhirnya.. reihan sampai dan duduk disamping zachi.
Menengok kearah zachi. Dan…..
“hei, kenalin gue reihan. Lo pasti zachi?” kata reihan memperkenalkan diri sambil menjulurkan tangannya serta memasang tampang ala dewa yunani.
Sontak zachi… memerak kembali. Tapi dengan cepat ia memperbaiki kondisi wajahnya.
“oh, iya ge tau kok llo siapa. Iya gue zachi, panggil aja zach.” Kata zachi ketus. Dan denggan malu malu yang ditutupi dengan sebongkah ke jutekan, zachi menyalami reihan.
Dalam hati zachi… duh bego banget gue! Kenapa mesti ketus cobaa! Hei mulut! Lembut dikit keeek. !
dan reihan pun menjadi agak kagok.
“oh, iya.zach. salam kenal. Ohiya btw di sini ada ekskul basket kan? Emangnya bener ya basket cowok di sekolah ini ketua timnya cewek? Yang bener aja? Masa cowok di pimpin cewek sih? Yang bener aja, gue sih ogah. Bakal gue kalahin tuh cewek kalo gue tanding basket sama dia”
Seketika zachi naik darah….
“oh itu, iya di sekolah ini tim basket cowoknya yg mimpin cewek. Ga sembarang cewek sih gue liat liat. Dia ga kalah kuat ko sama cowok yang lain. Yaa.. buktinya lo liat aja piala piala basket yang udah nangkring di ruang kepala sekolah.” Kata zachi berapi api.
“eh, kok lo semangat banget? Cewek inceran lo ya?” kata reihan dengan polosnya -_-
“cewek inceran? Haha.  Bukan lah. Gue kenal aja sama itu cewek.” Kata zachi

“ekhm,  kalian bisa kenalannya nanti aja? Bapakmau mengajar” tegur pak guru.
“eh iya pak” sahut zachi dan reihan bersamaan.

Tak terasa, 2 jam pelajaran pun sudah terlewat, pelajaran bahasa telah selesai. Dan sekarang pelajaran olahraga. Semua murid mengganti baju mereka. Dan bergegas ke lapangan indoor. Mereka akan latihan basket.

“yak anak anak. Sekarang kita tanding basket yang putri di bagi2 kelompok ya. Yang putra juga. Yg putri tanding di lapangan sebelah sana dan yang putra tanding disini.” Kata pak guru sambil memilah milah kelompok.
“ahiiya kamu zachi, mau masuk tim putri atau putra?” Tanya pak guru
“putra aja pak” jawab zachi enteng.
Dan seketika beberapa putra mengelilingi zachi
“kapten tim gue yuk” .yg satu lagi “tim gue aja kapteeen. pliis”
Lalu zachi menjawab dengan enteng.
“gue mau masuk tim mana aja, asal… gue gak satu tim sama cowok itu” jawab zachi sambil melirik kea rah reihan
Reihan tersontak kaget

“ja-jadi elo si kapten cewek itu? Jadi lo cewek?. Jadi… tadi gue….ngomongin…aaaah sh*t” geram reihan sambil menepok jidatnya sendiri
“iya gue cewek. Kenapa gak nyangka ya? Haha selow udah biasa. so, gimana rei, jadi mau nantang si kapten cewek itu? Yuk sekarang.” Kata zachi sambil memainkan bola basket yang ada di tangannya. Dan melmparnya kearah reihan. Pertanda zachi menantang reihan berduel.
Dengan sigap reihan menangkap bola basket itu. “oke, siapa takut”
Dan.. pertandingan pun di mulai.,
 -singkat cerita-
skor akhhir zachi lebih tinggi dari reihan.
 “Gimana boss, masih ngeremehin si kapten itu? “ kata zachi sambil tersenyum sinis
“sayang aja lo cewek, kalo cowok! Abis lo!” jawab reihan emosi
“cewek ya..? gue hamper lupa malah kalo gue cewek! Udah yuk ah balik” kata zachi sambil pergi berlalu. Menahan emosi.

Saat ganti baju di kamar ganti “cewek” tentunya….
“zach gila lo keren abis!”
“iya lo keren banget berani nantang cowok kayak gitu”
Zachi hanya tersenyum. Dalam hati ia dongkol setengah mati sama itu cowok.
Lalu iamengganti bajunya dengan seragamnya yang”biasa”

Jam istirahat
Zachi kekantin sendirian. Memesan semagkuk bakso tanpa mecin tanpa sambbal.
Lalu duduk di sudut kantin. Lalu reihan menghampiri. Nafsu makan zachi hilang.
“ngapain lo?” Tanya zachi ketus
“gpp, mau makan disini aja. Meja lain penuh.” Jawab reihan cuek
Zachi melihat kearah reihan sedikit lalu melemparkan pandangannya kemeja lain, mencari celah kosong yang bisa ia tempati. Dan ia melihat Belang. Salah satu teman penghuni asrama yg sama dengannya. Cewek sinis yanghobinya ngetawain temen temennya.
Lalu zachi beranjak dari meja itu , ingin menuju meja belang. Namun reihan menahannya.
“eh lo mau kemana? Jutek amat” Tanya reihan
“bukan urusan lo!” jawab zachi ketus sambil pergi menuju meja belang
“tch, sial” maki reihan

Zachi berjalan ke meja belang, sesampainya disana.
“hei , lang boleh gabung?”
“ohiya boleh zach. Kenapa emangnya? Kok pindah?”
“iya gpp, bosen aja makan sendirian”
“sendirian? Biasanya lu juga di kerubungin cewek cewek.”
“cewek kalo di kerubungin cewek… kesannya gue lagi di labrak gitu ya? Hahaha.”
“errh. Buka itu maksud gue zach. Ah udah lah yuk sini duduk” kata belang sambil mempersilahkan zachi duduk
 -singkat cerita-
Istirahat pun selesai, semua murid mulai kembali ke kelasnya masing masing.
“yo lang thanks ya.”
“sip zach, sama sama.”
 Lalu mereka berpisah. Kembali kekelasnya masing masing.

Setelah sampai di kelas, zachi berjalan menuju ke kursinya, dan sudah ada reihan disebelah kursinya. Zachi duduk dan langsung membuka buku pelajaran matematika.
Reihan diam diam melihat kearah zachi tanpa zachi sadari. Dan di dalam hati reihan sumpah gue ganyangka ada cewek kayak gini. Entah kena syndrome apa ni cewek. Ga ada mirip “cewek”nya -_-
Zachi masih saja membaca bukunya.
Reihan masih menatap zachi sejenak lalu mengalihkan pandangannya.

 mau tau lanjutannya? tunggu chapter 2 ! khekhekhe

May 03, 2013

Suratku Untuk Mu Wahai Masa Lalu 


Perlahan ku coba untuk buka kedua mata. Terasa berat. Rasa kantuk masih saja bertahan untuk bertengger di kedua mataku ini. Sampai pada akhirnya setelah berusaha setengah mati aku pun berhasil membuat kedua bola mataku yang malas ini keluar dari persembunyiannya. Hal pertama yang aku lihat adalah langit – langit kamarku. Putih. Kosong . Seperti layar bioskop yang siap menampilkan diorama berbagai macam film ternama.
Namun yang aku lihat bukanlah film – film ternama seperti yang ada di bioskop pada umumnya. Yang terlihat adalah sejuntai kisah masa lalu yang sudah lama ku pendam sendirian, yang sudah lama tertidur dalam memori yang dalam, yang sudah ku kunci rapat – rapat dalam kotak ingatan agar tak ada satu pun yang bisa membukanya. Aku terdiam. Kaku. Tak mampu berkata – kata. Tak mampu bergerak. Hanya bisa diam melihat apa yang terpapar di hadapanku. Dan akhirnya air mata kupun mengalir. Deras. Kembali mengenang sebuah drama kehidupan yang menyakitkan. Sebenarnya tak seluruhnya menyakitkan. Ada saat – saat dimana aku merasa bahagia, menggebu dan terlena.
Namun entah mengapa, pada akhirnya semua itu sirna dikarenakan adanya sebuah perpisahan. Air mataku mengalir semakin deras, ketika kenangan itu kembali berputar di hadapanku, berputar menuju awal dari sumber rasa sakit yang menutupi dirinya dengan beribu kebahagiaan. Saat aku jatuh cinta. Ya cinta. Cinta yang menjadi sumber rasa sakitku selama ini. Cinta yang pernah ku raih, namun telah direnggut oleh kerasnya roda kehidupan.  
Entah bagaimana caranya akhirnya aku tersadar dari lamunan masa lalu yang menjeratku. Aku langsung melompat turun dari kasur dan kemudian menuju ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka dan menggosok gigi. Setelah itu aku duduk di sofa dan menyalakan televisi. Aku mencari program yang dapat menarik perhatianku. Namun setelah hampir  5 menit aku menggonta – ganti program televise, tak ada satupun acara yang menarik perhatianku. Otakku masih belum bias berpikir jernih, masih tersisa bayangan masa lalu yang menyelimuti sebagian alam sadarku. Akhirnya ku matikan televisi dan beranjak menuju meja belajarku. Ku raih secarik kertas dan sebuah pulpen, dan akhirnya aku mulai menulis.