May 16, 2012

Untuk Mu - Masa Lalu

Aku tak bermaksud untuk membuka luka lama. aku tak bermaksud untuk membuka memori kelam. aku tak bermaksud membuatmu takut. aku oun tak bermaksut membuatmu merasakan rasa sakit yang sama. rasa sakit yang selama ini kau pendam sendiri. rasa sakit yang datang karena mencinta. karena mencinta seseorang yang seharusnya tak kau cinta.

Dahulu, ketika kau pertama kali bertemu dengannya kau langsung jatuh hati padanya. pada saat itu bagimu dia lah sang pangeran hati, dialah orang yang paling sempurna untuk mengisi relung hatimu yang kosong. Lalu, kau mulai mencari cara agar bisa berkenalan dengan-nya. kau mulai mencari - cari tahu segala tentang dirinya. Dimulai dari nama, hari kelahiran, alamat, nomor handphone dsb.

Lalu, setelah kau dapatkan semua informasi tentang dirin-nya kau mulai mencoba untuk mendekati dirinya. Kau berusaha menarik perhatiannya dengan caramu sendiri. Namun, dia sama sekali tak menggubrisnya. Dia terlampau cuek. Dan kau pun tak cepat putus asa. Kau meminta bantuan kepada teman dekat-mu untuk mendekatkan dirimu dengan dirinya. Namun...

Namun.. semua itu justru membawa dirimu dalam suatu kerumitan yang sangat membingungkan. Semua berubah dari rencana awal. Ia yang seharusnya menjadi dekat dengan mu. Ia yang seharusnya menjadi pengisi relung hati-mu, justru malah menjadi penusuk hatimu yang tulus, merobek hatimu yang lembut.

Ia lebih tertarik pada orang yang bertugas sebagai perantara antar dirimu dan diri-nya. Aku ingat sekali, saat itu kau hancur. Hatimu sakit. Hatimu ter-iris. Hati mu lebam. Hatimu menangis. Kau sama sekali tak mengira, teman dekatmu sendiri lah yang tega mengambil dirinya dari mu. Padahal ia tahu bahwa kau sangat mencintai dirinya. Kau memang tak berhak berbuat apa - apa, karena setiap orang berhak mencinta siapapun yang ia cintai. tak terkecuali Teman Mu sendiri yang mencintai Pujaan hati sahabatnya sendiri.

Batin mu terguncang. Hati mu hancur. Air mata terus mengalir. Namun kau menyimpannya sendiri. Semua itu tak kau bagi kepada siapapun. Kau menahanya sendirian. Kau berusaha menjadi kuat karena ini. Perlahan - lahan kau mencoba bangkit. Perlahan - Lahan mu itu cukup lama. Namun pasti pada akhirnya kau dapat melupakan diri nya seperti saat ini.

Seperti saat kau menceritakan kisah ini pada ku dengan senyuman. Kini kau telah bangkit. Kini kau telah keluar dari keterpurukan yang membelenggu dirimu selama ini. setelah itu kau mulai menata kembali kehidupanmu yang sedikit berantakan karena cinta.

Suatu saat nanti aku harap kau dapat bertemu dengan seseorang yang mencintaimu dengan tulus. Orang yang mencintaimu dengan sepenuh hatinya. Orang yang rela melindungimu dengan segenap jiwanya. dan Orang yang akan mengisi relung hatimu yang kosong. :)

untukmu aku tuliskan kisahmu  agar dapat menjadi kekuatan bagi orang lain :)
with the freedom of heart